Lidah Sebenarnya Bertulang



Lidah,......lidahnya manusia sangat tajam maka jangan pernah di asah...

Sebab tidak di asah pun dapat mengiris hati sampai bekasnya  susah untuk dihilangkan.

lidah,,,,,,,,, lidahnya manusia dapat membuat  besar kepala hingga ke angkasa luar

namun jangan diteruskan,sebab bisa membuat lupa diri.

Lidah,,,,,,, lidahnya manusia terkadang sangat gatal

Hingga seluruh keburukan orang lain dapat disebarkan.

Karena itulah, sebenarnya lidah kita bertulang..

Namun lidah juga mampu membuat sejuk siapapun yang mendengarnya, menyenangkan hati yang sedang gunda gulana,,,,,,,,memberishkan hati yang kotor....dan menambah keimanan bagi yang sedang futur.
Yahhh...............Seperti itulah lidah, meskipun sangat lembut  namun harus berhati-hati dalam menggunakannya.
 

Yahya bin Mu’adz mengatakan: “Hati adalah laksana periuk yang mendidihkan isi yang ada didalamnya. Lisan laksana gayungnya. Maka perhatikanlah ketika seseorang sedang berbicara. Karena lisannya akan menuangkan isi hatinya, manis, masam, segar, sangat asin ataukah rasa yang lain. Akan jelas bagi kita rasa hatinya dengan gayung lisannya.”[1] - See more at: http://indonesian.iloveallaah.com/gibah-haram-tapi-diminati/#sthash.wyetnXB5.dpuf

Yahya bin Mu'adz mengatakan:"Hati adalah laksana periuk yang mendidihkan isi yang ada di dalamnya. Lisan laksana gayungnya. Maka perhatikanlah ketika seseorang sedang berbicara karena lisannya akan menuangkan isi hatinya manis,masam,segar,sangat asin ataukah rasa yang lain. Akan jelas bagi kita rasa hatinya dengan gayung lisannya."

Untuk itulah wahai saudaraku  yang seiman jagalah lidahmu, jangan sampai ia menjadi penyebab masuknya  engkau ke dalam neraka yang begitu mengerikan.

Lisan yang tidak bisa dijaga akan menghasilkan ghibah atau menceritakan kejelekan orang lain meskipun kejelekan itu benar ada pada dirinya, sebab jika tidak ada maka fitnah namanya. Rasulullah mendefenisikan ghibah dengan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah rhadiallahuanhu:
"Apakah kalian tahu apakah ghibat itu?'

Mereka mengatakan:"Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.'

Nabi bersabda: 'Membicarakan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu'

Ada orang yang bertanya:'Bagaimana jika apa yang aku katakan itu  benar ada pada dirinya?'

Beliau menjawab:'Jika apa yang kau katakan itu benar ada pada dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya. Namun jika apa yang kamu katakan itu tidak ada pada dirinya maka kamu telah berdusta atasnya (memfitnahnya). (Hadits shahih riwayat muslim (IV/2000), lihat juga syarah nawawih  fi shahih muslim (XVI/142)

Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabada :
"Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang yang dapat menahan dirinya ketika marah" (HR.Muslim), Juga Rasulullah mengingatkan "Tidak lurus keimanan seorang hamba hingga kalbunya lurus, dan tidaklah lurus kalbunya hingga lisannya lurus. Dan seseorang tidak akan masuk surga bila tetangganya tidak merasa aman dari berbagai kejahatannya." (HR Ahmad).

Allah juga memperingatkan kita akan bahaya lidah yang menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka
"Kebanyak ahli neraka adalah terdiri dari pada kaum wanita," Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang dari pada mereka: "Mengapa terjadi demikian, adakah karena mereka berzina atau membunuh anak atau kafir? " Beliau menjawab: "Tidak, mereka itu adalah mereka yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suami dan tidak bersyukur akan nikmat yang disediakan oleh suaminya." (HR.Muslim)

Lidah sangat berbahaya, jika tidak dijaga maka seseorang yang sedang marah akan mengeluarkan kata-kata yang sangat menusuk hati hingga hancur berkeping-keping, sangat mudah mengeluarkan kata-kata dusta, rayuan, dan segala bentuk kemaksiatan lainnya.
Semoga kita semua bisa terhindar dari zina lidah.

Wallahu'alam


By: Aina Al Farisi .........^o<......
CI-LUK-BA
ambil pensilnya, ambil bukunya lalu belajar islam bersama-sama dan menuliskannya.

..........................................


“Lisan memiliki peraba tersendiri yang tidak hanya digunakan untuk mengetahui rasa asinnya makanan dan minuman, atau panas dan dingin, atau manis dan pahit. Lisan sangat tanggap apabila telinga mendengar sebuah berita, baik atau buruk dan benar atau salah. Dan menjadi sangat tanggap pula apabila melihat suatu kejadian, baik atau buruk. Lisan dengan mudahnya bercerita dengan mengumbar apa saja yang menyentuhnya. Ingatlah lidah itu tak bertulang.”
Jika kita ingin mengetahui isi hati seseorang, maka cukuplah kita memperhatikan lisannya. Karena ucapan lisan akan menunjukkan isi hati seseorang, baik hal ini diakuinya atau tidak.
Yahya bin Mu’adz mengatakan: “Hati adalah laksana periuk yang mendidihkan isi yang ada didalamnya. Lisan laksana gayungnya. Maka perhatikanlah ketika seseorang sedang berbicara. Karena lisannya akan menuangkan isi hatinya, manis, masam, segar, sangat asin ataukah rasa yang lain. Akan jelas bagi kita rasa hatinya dengan gayung lisannya.”[1]
- See more at: http://indonesian.iloveallaah.com/gibah-haram-tapi-diminati/#sthash.wyetnXB5.dpuf
 Tidak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri danberikanbukti yang tak terpungkiri" (Aa Gym)

"Sikap emosional merupakan ciri belum terampil untuk mengendalikan diri.Bagaimana mungkin bisa mengendalikan orang lain dengan baik, jika diri sendiri kurang terkendali" (Aa Gym)

“Lisan memiliki peraba tersendiri yang tidak hanya digunakan untuk mengetahui rasa asinnya makanan dan minuman, atau panas dan dingin, atau manis dan pahit. Lisan sangat tanggap apabila telinga mendengar sebuah berita, baik atau buruk dan benar atau salah. Dan menjadi sangat tanggap pula apabila melihat suatu kejadian, baik atau buruk. Lisan dengan mudahnya bercerita dengan mengumbar apa saja yang menyentuhnya. Ingatlah lidah itu tak bertulang.”
Jika kita ingin mengetahui isi hati seseorang, maka cukuplah kita memperhatikan lisannya. Karena ucapan lisan akan menunjukkan isi hati seseorang, baik hal ini diakuinya atau tidak.
Yahya bin Mu’adz mengatakan: “Hati adalah laksana periuk yang mendidihkan isi yang ada didalamnya. Lisan laksana gayungnya. Maka perhatikanlah ketika seseorang sedang berbicara. Karena lisannya akan menuangkan isi hatinya, manis, masam, segar, sangat asin ataukah rasa yang lain. Akan jelas bagi kita rasa hatinya dengan gayung lisannya.”[1]
- See more at: http://indonesian.iloveallaah.com/gibah-haram-tapi-diminati/#sthash.wyetnXB5.dpuf



Komentar

Postingan Populer