Kehidupan Di Surga



Apa yang anda dambakan? Apa anda mendambakan istri yang cantik atau suami yang tampan? Apa anda mendambakan rumah  besar yang indah dan uang yang banyak? Itukah yang anda dambakan? Atau anda mendambakan jabatan yang tinggi, sebuah karir jangka panjang? Itu yang anda harapkan? Jika itu yang anda harapkan, inginkan, rindukan dan cemaskan, dengan menyesal kukatakan saudaraku anda dalam kerugian besar. Karena saat mati anda harus  meninggalkan semua itu. Subhanallah

Saat anda berhasil melewati gerbang surga, saat memasukinya anda akan mengenal rumah anda di surga melebihi anda mengenal rumah anda di dunia. Saat melewati semua pemandangan indah di surga, hati anda tetap mendambakan rumah anda. Anda ingin melihat apa yang telah Allah sediakan untuk anda. Saat anda berhasil melewati jalan berliku hingga tiba ke rumah anda, lalu anda melihat rumah besar terbuat dari bata emas  dan bata perak. Begitu anda semakin dekat dengan istana anda, anda melihat sesuatu yang membuat anda tertegun saat melangkah. Anda seakan lumpuh dan tak sanggup untuk melangkah lebih jauh lagi. Karena keindahan luar biasa atas apa yang anda lihat, yakni istri anda di surga.

Pertama-tama saudara-saudariku, di surga anda tak memiliki rasa kebencian. Jadi tak akan ada rasa iri, sedih, menderita dan putus asa. Tak ada semua itu di surga. Allah (Tuhan) Yang Maha Tinggi tahu akan ciptaan-Nya. Dia tahu apa yang diinginkan pria dan wanita. Dan Allah akan berikan semua orang apa pun yang bisa membuat mereka bahagia. Allah Subhanahu wata'ala Yang Maha Suci Dan Maha Tinggi berfirman bahwa di surga terdapat sungai air suci, terdapat sungai madu putih dan lezat, terdapat sungai susu murni dan terdapat sungai anggur yang tak memabukkan. Anggur yang rasanya seperti buah anggur tapi tak memiliki pengaruh memabukkan.

Tak akan ada keringat, bau tak sedap, tak ada yang perlu mandi, tak ada yang akan tua, tak ada yang merasa lelah, tak ada perkataan buruk, tak ada yang perlu bekerja, tak ada pembunuhan, tak ada yang perlu membayar untuk segalanya. Rahmat terbesar surga adalah rahmat melihat wajah Allah secara langsung. "Pada hari itu semua wajah akan berseri-seri." Kenapa berseri-seri? Karena mereka akan melihat wajah Allah. Surga artinya segala hal dalam kehidupan yang senantiasa anda bayangkan, yang anda dapatkan akan ada disana dengan kualitas tertinggi. Semua orang akan hidup abadi dan ucapan yang ada hanya '(salam) kedamaian'. Jika anda dan kita semua berada di surga bersama-sama, aku akan mengunjungi 'istana' anda dan kita akan 'berpesta' disana. Karena apalagi definisi surga, kalau bukan semua hal terbaik yang dinginkan manusia dalam kehidupan ini namun tak bisa mereka miliki. Itulah surga.

Dunia ini tak ada apa-apanya dibandingkan dengan akhirat (hidup setelah mati). Melainkan hanya satu celupan jari anda di lautan (tak ada artinya). Lihatlah air laut yang menetes dar jari anda, satu celupan dan lautan itu adalah surga. Saudara-saudariku, aku ingin bertanya. Apa yang anda dambakan? Apa yang anda inginkan? apa yang hendak anda raih saudara-saudariku? Tanyakan itu pada diri anda. Apa anda mendambakan istri yang cantik? atau suami tampan yang terkenal dan diidolakan semua orang, agar anda bisa pamer bersamanya?.  Apa anda mendambakan rumah besar yang indah dan uang yang banyak. Itukah yang anda dambakan? Apakah anda mendambakan rumah yang mewah atau sebidang tanah? atau suatu saat ingin membeli pulau sendiri? Apa anda ingin ketenaran, popularitas dan kekayaan? Jika itu semua yang anda dambakan, maka saudara-saudariku anda telah tertipu. Anda telah tertipu oleh dunia ini dengan semua keindahan dan kemewahannya. Karena keindahan yang anda lihat di hadapan anda seperti dalam firman Allah subhanahu wata'ala, "Seperti bunga yang tumbuh di tanah, bunga itu diairi hujan lalu mekar, dia memiliki aroma harum dan terlihat indah. Tapi dia hanya bertahan sebulan atau kurang. Lalu tiba-tiba ia mulai mengering. Anda tak lagi memperhatikannya. Seolah bunga itu tak pernah ada lalu menjadi tanah dan debu."

Allah subhanahu wata'ala berfirman, "Ketahuilah, pahami, akui, ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan." Hiburan bagi dirimu, hiasan, saling berlomba-lomba, siapa yang bisa memiliki rumah paling bagus, siapa yang bisa memiliki mobil tercepat, siapa yang bisa terlihat lebih tampan atau cantik, siapa yang bisa memiliki uang banyak, itulah intinya dari kehidupan duniawi. Bukankah itu yang dilakukan para kuffar (orang-orang kafir)? Jika ini yang anda dambakan, inginkan, rindukan dan cemaskan, dengan menyesal kukatakan anda dalam kerugian yang besar saudara-saudariku. Semua itu akan kita tinggalkan,ya..semua itu takkan dikuburkan bersamamu.

Satu-satunya yang anda bawa hanya dua hal yaitu keluarga anda dan amalan anda ke pemakaman. Tapi keluarga anda akan pulang dan amalan anda akan tinggal bersama anda. Lalu akan muncul dalam wujud yang buruk jika amalan anda buruk yang akan menemani anda dengan menyeramkan hingga hari pembalasan. Atau berwujud mahluk tampan yang duduk dan menemani anda sampai hari kiamat. Jadi apa yang anda inginkan dan dambakan?

Dan jalan menuju surga penuh dengan rintangan. Seseorang harus melewati rintangan itu agar bisa memasuki surga. Surga bukan sesuatu yang murah yang bisa dimasuki kapan pun yang dia mau. Harus ada amalan khusus yang harus dilakukan. Apa kesulitan-kesulitannya? Imam an-Nawawi menjelaskan dalam penjelasan hadits shahih Muslim, ada 4 faktor yang harus dilakukan seseorang untuk menaklukkan rintangan itu. Pertama dia berkata "Al Ijtihad fil ibadaah" Dia harus menjaga ibadahnya, shalat lima waktu, berpuasa dan berhaji. Anda harus lakukan semua itu. Itu rintangan yang terus-menerus, seseorang harus sabar terhadap itu.

"Jaga shalatmu, pelihara shalatmu, terutama shalat "wusthaa"(ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu."
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman." Qs. Al-Muminun:1
Siapa orang-orang beriman yang beruntung yang disebutkan ayat pertama surah Al-Muminun?
Yaitu mereka yang khusyu dalam shalatnya, berserah diri kepada Allah. Sayangnya sebagian muslim menganggap  itu hal sepele, mereka lebih mementingkan hal-hal lainnya. Padahal pokok dari Islam setelah berimana kepada Allah subhanahu wata'ala adalah 'As salah' (Sholat). Perbedaan antara kita dan orang-orang kafir adalah shalat. Barangsapa yang melanggarnya, barangsiapa yang menjauhi shalat berarti orang itu tak beriman.

Rintangan kedua yang disebutkan Imam an-Nawawi berabad-abad silam, agar kita mampu menahan amarah. Jadi sebagian dari kita mungkin muslim yang taat, kita shalat tepat waktu menjaga shalat 5 waktu kita, tapi sebagian karakteristik ini hilang dari kita.

Karakteristik ketiga adalah agar kita mampu memaafkan orang lain. Jika seseorang mampu menahan amarahnya  tapi tak mampu memaafkan. Sesuai penjelasan Al-Qur'an soal 'sifat' orang saleh yang akan tinggal di surga . Mereka orang-orang yang mensedekahkan hartanya baik saat mampu dan saat sulit, mereka yang mampu menahan amarah. Banyak diantara kita yang melupakan karakteristik ini sebagai  muslim yaitu tak mampu memaafkan. Namun banyak pula diantara kita yang rajin shalat, bersedekah, menahan amarah, memaafkan, dan melupakan kesalahan orang lain,  itu sebagian karakter penting yang akan membantu seseorang mendekati surga.

Rintangan keempat yang dia sebutkan yaitu mampu bersabar. Menjauhi diri dari godaan dan hasrat. Jika seseorang mampu menahan diri dari menjauhi hasrat dan godaan mereka, menjauhi semua itu. Orang itu akan semakin dekat dengan surga. Jika banyak orang terlena dengan godaan, dia amat dekat dengan azab Allah subhanahu wata'ala...


*Selesai*

Semoga bermanfaat
Lengkapnya liat vidionya disini:  https://www.youtube.com/watch?v=uCH8wm_OP08
*Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh*

Baca Juga:





Komentar

Postingan Populer